Basel 2 Essay example

4149 Words May 16th, 2015 17 Pages
Latar Belakang munculnya Basel II

Basel I mengelompokkan nasabah ke dalam kelompok-kelompok yang menggambarkan tipe kesamaan debitur. Nasabah dengan tipe yang sama akan memiliki persyaratan modal yang sama tanpa memperhatikan perbedaan yang potensial pada kemampuan pembayaran kredit dan risiko yang dimiliki oleh masing-masing individu nasabah.

Sejalan dengan banyaknya inovasi keuangan, dan produk-produk yang ada di dunia perbankan semakin berkembang, maka semakin banyak pula risiko risiko yang muncul. Dan risiko-risiko ini tidak diatur dalam Basel I, sehingga dikembangkanlah konsep permodalan dan risiko perbankan yang baru, yang lebih dikenal dengan Basel II.

Tentang Basel II

Basel II dibuat berdasarkan struktur dasar the Basel
…show more content…
Kategori modal ketiga, Modal Tier 3, ditambahkan dalam Amandemen Capital Accord tahun 1996 tetapi hanya digunakan untuk memenuhi proporsi persyaratan modal bank untuk risiko pasar. Kategori tersebut terdiri dari instrumen hutang subordinasi jangka pendek dengan karakteristik khusus. Modal dasar harus memenuhi sekurang-kurangnya 50 persen dari permodalan bank. Diikuti dengan modal Tier 2 yang tidak boleh melebihi 50 persen dari permodalan.

Risiko Kredit

Basel II memungkinkan lembaga keuangan untuk menghitung risiko kredit untuk memenuhi ketentuan permodalan dengan menggunakan salah satu dari dua cara sebagai berikut:

Risiko Kredit ---- Standardised Approach

Berdasarkan standardised approach, bank mengalokasikan satu bobot risiko untuk setiap aset dan pos-pos off-balance sheet yang menghasilkan jumlah keseluruhan aset tertimbang menurut risiko sebagai berikut:

ATMR = Jumlah eksposur x bobot risiko

Alokasi untuk masing-masing bobot risiko didasarkan pada kategori umum dari debitur (pemerintah, bank atau perusahaan), yang selanjutnya diklasifikasikan kembali dengan peringkat yang diberikan oleh lembaga pemeringkat kredit eksternal. Standardised approach menetapkan bobot risiko berdasarkan perbedaan kenis aset dan menggunakan penilaian kredit eksternal untuk meningkatkan sensitivitas terhadap risiko dibandingkan dengan Accord yang digunakan saat ini. Bobot risiko untuk pemerintah, antar bank dan eksposur perusahaan

Related Documents